KRI Bima Suci Tuntaskan Misi Pelayaran Diplomasi Maritim

Liputan6.com, Jakarta – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci atau KRI Bima Suci menuntaskan misi pelayaran diplomasi maritim duta bangsa tahun 2019 setelah mengarungi sembilan negara di Benua Asia dan Australia.

“Alhamdulillah, KRI Bima Suci telah menyelesaikan misi pelayaran duta bangsa di negara-negara Benua Asia dan Australia tepat waktu seperti yang direncanakan, yaitu 99 hari,” ujar Panglima Komando Armada (Koamarda) II Laksamana Muda (Laksda) TNI Heru Kusmanto saat menyambut kedatangan KRI Bima Suci di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Selasa, 12 November 2019, demikian mengutip Antara.

Pelayaran ini menempuh rute sejauh 12.701 mil laut, terhitung sejak 5 Agustus 2019, dengan menempuh rute Surabaya, Manila (Filipina), Osaka (Jepang), Busan (Korsel), Shanghai (China), Brunei Darussalam, Lumut (Malaysia), Phuket (Thailand), Rangon (Myanmar), Padang, Tanjung Benoa – Bali, Darwin (Australia), hingga akhirnya hari ini kembali ke Surabaya, Jawa Timur.

Dalam misi tersebut KRI Bima Suci membawa 103 taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke- 66 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kartika Jala Krida.

“Melalui pelayaran ini mereka telah memperkenalkan bangsa Indonesia kepada dunia internasional. Mereka mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia. Selain itu, di tiap negara yang disinggahi, Satgas Kartika Jala Krida juga membangun rasa persaudaraan dan hubungan baik di bidang maritim dan keangkatanlautan,” ujar Laksda Heru.

Gubernur AAL Laksda Edi Sucipto menuturkan, keikutsertaan taruna dan taruni AAL Angkatan ke- 66 dalam pelayaran ini adalah untuk mempraktikkan seluruh pelajaran profesi dasar matra laut pada keadaan yang sebenarnya.

“Mereka adalah calon prajurit. Kartika Jala Krida bertujuan untuk membentuk mental kejuangan dan karakter prajurit matra laut,” ujar dia.

Sumber