Penjualan ikan dari Kepulauan Seribu melonjak selama COVID-19

TEMPO.CO, Jakarta – Penjualan ikan hasil budidaya di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, melonjak selama pandemi virus corona Covid-19.

Lonjakan itu disampaikan Presiden Direktur PT Lucky Samudra Pratama Misai Tsai dan General Manager PT Lucky Samudra Pratama Dwi Wisnu saat menerima kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu, Selasa 19 Mei 2020.

Misai Tsai menjelaskan, perusahaannya bergerak di bidang budidaya dan ekspor-impor ikan sejak tahun 2000. Perusahaan ini beroperasi di Pulau Kelapa Dua Kabupaten Kepulauan Seribu yang memiliki sumber daya alam khas dan minim pencemaran sehingga cocok untuk kegiatan budidaya ikan.

Komoditas yang dibudidayakan meliputi bawal bintang, kakap putih, ikan kerapu dan udang vaname.

Misai Tsai mengatakan, perusahaannya selalu terbuka kepada warga Kepulauan Seribu yang ingin berlatih membudidayakan ikan. Namun yang terpenting adalah mereka memiliki etos kerja yang tinggi dan mempunyai niat untuk terus membudidayakan ikan.

“Kami akan terbuka kepada setiap orang untuk melatih mereka membudidayakan ikan,” ujar Misai Tsai.

Menteri Edhy mengapresiasi PT Lucky Samudra Pratama yang terus mempertahankan eksistensi budidaya ikan di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan ini dapat membantu penduduk pulau untuk mendapatkan pekerjaan.

Dalam setahun, perusahaan dapat menghasilkan produk ikan bawal bintang kurang lebih sebanyak 400 ton, barramundi kurang lebih 30 ton, rapu sebanyak dua ton dan udang vaname sebanyak dua ton.

Kegiatan panen pada 19 Mei 2020 menghasilkan tiga ton bawal bintang, satu ton kakap putih dan satu ton Udang Vaname. Kegiatan panen dilakukan empat kali dalam sepekan.

Dwi Wisnu menjelaskan bahwa pandemi ini membuat lonjakan penjualan ikan. Apalagi sudah jelas arahan dari Kementerian KKP agar warga memakan ikan supaya memiliki imunitas tubuh yang tinggi.

“Ekspor kita juga meningkat,” ujarnya.

Tak hanya untuk penjualan ke luar negeri, kata dia, penjualan untuk warga lokal pun menunjukkan tren yang positif. Daerah sasaran untuk memasarkan produk ikan dari Kepulauan Seribu ini adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. “Ada kenaikan sekitar 20-25 persen. Itu terhitung dari akhir Februari,” kata dia.



Sumber